Takut Mati Di Dunia Yang Mengagungkan Isekai

Aubai
21 Jan 2026, 01:38 WIB 83x dibaca
Takut Mati Di Dunia Yang Mengagungkan Isekai

Terkadang perubahan zaman yang begitu cepat membuat satu hal yang tidak pernah bisa aku tolak. Mau berdebat tentang apa yang sudah menjadi fakta, mencoba mengabaikannya pun, tetap 'aku akan mati'. Cepat atau lambat, entah di dalam tidur, di jalan atau pada waktu yang tidak aku duga pikiran itu sering datang di malam yang sunyi. Ketika semua orang sudah terlelap tidur, hanya aku yang tidak bisa memejamkan mata. Fokus menatap langit-langit kamar sambil bertanya dalam hati "setelah ini, apa?"

Tren tontonan mulai dari fiksi, dokumenter, fantasi, dewasa ini sangat mudah diakses oleh khalayak umum, di mana saat ini menjadi tren, sebuah praktik yang mencerminkan nilai dan preferensi dari suatu era dengan terus berubah seiring dengan perkembangan teknologi dan zaman tidak terkecuali tren anime. Anime Isekai sering memberi kita jawaban yang begitu nyaman. Bahwa setelah mati seseorang bisa direstart lahir ke dunia baru dengan diberi kemampuan super, bahkan mendapat restu dari dewa. Dunia di mana penderitaan bisa diatur ulang dan kehidupan terasa seperti permainan yang bisa diulang kembali jika gagal supaya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. Anime Isekai menawarkan pengungsi (escapism) dari kenyataan, memberikan kekuatan fantasi dan kesempatan kedua bagi karakter (kita) yang merasa biasa saja. Namun bagaimana jika kita tidak mendapatkan keuntungan itu? Bagaimana jika setelah mati, kita memang terlahir kembali, tapi dengan ingatan yang sama, luka mental yang sama dan pola salah yang sama? Mungkin kita akan jatuh di lubang yang sama, hanya dalam latar yang berbeda. Bukankah itu bentuk kutukan yang lebih menakutkan dari kematian itu sendiri? Atau mungkin kita tidak diwujudkan sebagai protagonis melainkan hanya sebagai NPC, orang tanpa nama, tanpa peran besar, tanpa misi penyelamatan dunia. 

Mungkin kita adalah penduduk biasa di dunia Attack on Titan yang mati tanpa sempat dikenal siapa pun, dimakan begitu saja oleh Titan tanpa latar belakang tertentu. Siapa yang menjamin kita layak mendapat hadiah dari Tuhan?

Kadang-kadang aku berpikir, mungkin alasan banyak orang menyukai genre Anime Isekai bukan karena ingin dunia lain, tapi karena ingin jaminan bahwa penderita akan ada maknanya. Artinya setelah semua kecemasan, overthinking dan ketakutan berlebihan akan ada sesuatu yang lebih indah menunggu di balik kematian. Namun semakin aku berpikir, semakin aku sadar bahwa tidak ada yang bisa menjaminnya.  

Mungkin, justru di situlah letak maknanya. Sebab kita tidak tahu apa yang menunggu setelah mati. Kita belajar menghargai kehidupan yang sekarang, meski penuh ketakutan dan kegelisahan. Bahwa keberanian sejati bukanlah mengalahkan kematian, namun tetap hidup dengan kesadaran bahwa kita akan mati.

Bagikan tulisan ini:

Diskusi

0

Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama berkomentar!